3 ASN Gorontalo Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Bansos Rp 698 Juta

3 ASN Gorontalo Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Bansos Rp 698 Juta – NH serta HH, bekas Kepala Balai Penyuluh Pertanian Perikanan serta Kehutanan BP3K Kecamatan Biau serta Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, ditahan Polres Gorontalo. Mereka ditahan sebab turut serta masalah korupsi dana perlindungan sosial (bansos) Rp 698 juta di Kementerian Pertanian.

” Kedua-duanya merupakan ASN di Kabupaten Gorontalo Utara serta satu pihak relasi YW yg kita tahan. Jadi ada tiga orang yg kita tahan masalah bansos ini, ” kata Wakapolres Gorontalo Kompol Satria Hadita , Jumat (15/2/2019) siang.

Ia menuturkan, 2 ASN serta 1 relasi yg telah diputuskan jadi terduga ini dikira udah mengerjakan korupsi pada program Pergerakan Aplikasi Penanaman Tanaman Terpadu atau GP-PTT padi di Dinas Pertanian, Perkebunan, serta Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo Utara tahun biaya 2015 dengan nilai biaya Rp 5, 8 miliar.

” Modus operandi mereka lewat dari pembelanjaan benih, pupuk, ongkos pertemuan golongan yg tidak pas gagasan biaya ongkos. Bahkan juga mereka membuat golongan fiktif, lantas mengharap beberapa uang dari golongan tani yg bersumber dari dana bansos yg dikasihkan, ” tegas Hadita.

Ia pun memberikan, masalah ini merupakan peningkatan dari masalah awal kalinya yg telah ada putusan pengadilan yg libatkan petinggi PPK, Alfrits Tanpanguma.

” Bila kerugian negara yg kita kira ada Rp 698. 537. 950 juta. Penerima perlindungan ada kurang lebih 80 golongan yg menyebar di 3 kecamatan, adalah Kecamatan Biau, Tolingula, serta Sumalata, ” lanjut Hadita.

Sekarang polisi udah meredam ketiganya dengan menangkap dengan Undang-Undang Pembasmi Tindak Pidana Korupsi dengan bahaya hukuman optimal 20 tahun serta denda tertinggi Rp 1 miliar.