Hakim MK Minta Tanda Tangan Asli Dari Kuasa Hukum Geindra

Agen Casino

Hakim MK Minta Tanda Tangan Asli Dari Kuasa Hukum Geindra – Hakim MK mencurigakan tanda-tangan kuasa hukum Gerindra, Ali Lubis, dalam sidang tuntutan hasil pileg DPR RI buat lokasi Bangka Belitung. Hakim menyoalkan keaslian tanda-tangan Ali.

Keragua-raguan itu mulainya diungkapkan Hakim Konstitusi Arief Hidayat. Arief kala itu menyaksikan tanda-tangan di surat kuasa yg diterima hakim.

” Awal mulanya, Juragan, saudara ada rujukan dari pimpinan partai? ” kata Arief mulai pertanyaan dalam sidang di Mahkamah Konstitusi, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (12/7/2019) .

Ali langsung menjawab kalau ia menyimpan rujukan dari Gerindra. Arief kembali menimpali jawaban Ali serta mempermasalahkan tanda-tangan.

” Ini ya, ini bukanlah tanda-tangan basah, namun kelihatannya difotokopi, ditempelkan ini. Yg asli mana ini? Ini nampak sekali isyarat tangannya tempelan ini, namun yg dapat buat tentukan itu memang Ditreskrim (Direktorat Reserse Kejahatan) , ” kata Arief.

” Saya risau kalau sesungguhnya tak ada rujukan dari pimpinan partai. Perseteruan internal antarpartai itu mesti diridhoi dari pimpinan partai, ” ujarnya.

Ali lalu memperjelas kalau dirinya sendiri ajukan tuntutan antarpartai serta bukan individual. Ali mengaku berkas tanda-tangan yg diributkan Arief sebagai kertas fotocopy.

” Yg asli kebetulan tak saya bawa juga, ini fotocopy. Yg asli bila dibutuhkan kelak bakal kita bawa juga, ” kata Ali.

Dalam permintaannya, Gerindra menuntut hasil pileg di Bangka Belitung yg dikira memberikan kerugian Gerindra. Mereka rasakan hasil yg diputuskan KPU tidak sama dengan form C1 yang menjadi ajuan Gerindra.

” Kalau ketaksamaan pengumpulan nada di antara yg data C1 yg dipunyai oleh pemohon serta hasil penghitungan dari termohon berlangsung di tiap-tiap daerah wilayah penentuan Kepulauan Bangka Belitung. Kalau ketaksamaan pengumpulan nada itu jelas udah memberikan kerugian pemohon serta calon legislatif yang lain dan parpol lantaran ada perbedaan yg lumayan banyak ialah sebesar 8. 397 nada, ” ujarnya.

Menurut Ali, harusnya Gerindra dapatkan nada 83. 550 nada. Dan pleno KPU akan memutuskan Gerindra dapatkan 75. 153 nada.

Dalam petitumnya, Gerindra memohon ketetapan KPU berkenaan hasil pemilu di Bangka Belitung digagalkan. Mereka pun memohon pungutan suara kembali di lokasi itu.

” Menyuruh Komisi Penentuan Umum Republik Indonesia buat melaksanakan pungutan suara kembali atau paling kurang melaksanakan kalkulasi nada kembali dengan buka C1 Plano selama wilayah penentuan Kepulauan Bangka Belitung buat pengisian keanggotaan DPR RI, ” kata Ali.