Idrus Takkan Berubah Soal Dukungannya Terhadap Jokowi-Ma’ruf

Idrus Takkan Berubah Soal Dukungannya Terhadap Jokowi-Ma’ruf – Menteri Sosial yg mundur sebab berubah menjadi terduga KPK, Idrus Marham, menjelaskan akanlah tetap mendukung Golkar jadi pemenang Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pemilihan presiden 2019. Dia menyebutkan sekarang dirinya sendiri terus kader Golkar.

” Menjadi pertama, saya terus kader Golkar. Semestinya saya mendukung pemenangan yg ada. Ketika yg sama, saya konsentrasi hadapi proses hukum yg ada, ” kata Idrus selepas sertijab dengan Mensos yg baru, Agus Gumiwang Kartasasmita, di gedung Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (24/8/2018).

Bab support pada Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Idrus juga takkan beralih. Dia menekankan gak bakal berkhianat pada pasangan itu.

” Ya Allah, masak tetap nanya. Apakah ada wajah-wajah saya penghianat? ” jawabnya kala di tanya bab support pada Jokowi-Ma’ruf.

Idrus, yg baru-baru ini mundur jadi Mensos, sah berubah menjadi terduga KPK dalam perkara perkiraan korupsi PLTU Riau-1. Dia dijaring dengan Clausal 12 huruf a atau Clausal 12 huruf b atau Clausal 11 Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 sama seperti di ubah dengan Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2001 terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Clausal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Clausal 56 ke-2 KUHP juncto Clausal 64 ayat 1 KUHP.

Idrus dikira bersama terduga awal kalinya, ialah Eni Maulani Saragih, terima hadiah atau janji dari Johannes Budisutrisno Kotjo. Kala itu Eni dikira KPK terima seluruh Rp 4, 5 miliar dari Kotjo, sebagai pemegang saham Blackgold Wajar Resources Limited.

Duwit itu dikira buat memuluskan proses penandatanganan kerja sama berkenaan pembangunan PLTU Riau-1. Perusahaan Kotjo itu memang masuk jadi konsorsium yg bakal menyelesaikan project itu.