Ikan Arapaima Milik Masudin Mau Di Bawa Kemana

Ikan Arapaima Milik Masudin Mau Di Bawa Kemana – Seseorang penghobi ikan Arapaima asal Jombang bernama Masudin (45) sudah sempat punyai urusan dengan polisi karena mempunyai beberapa ikan asal Amerika Selatan itu.

Awalannya polisi cuma lakukan pendataan pada awal Juli kemarin. ” Kami hanya lakukan pendataan awal, saudara Masudin pelihara 5 ekor ikan Arapaima. Terbesar panjangnya seputar 2 mtr., ” kata Kapolsek Ngoro, AKP Achmad Chairuddin pada wartawan di tempat, Senin (2/7/2018).

Ia beralasan belumlah ada perintah untuk mengambil alih ikan-ikan itu walau ikan-ikan ini dilarang masuk ke Indonesia. Juga dari Kementerian Kelautan serta Perikanan.

” Hari ini kami hanya mendata. Karena perintah penyerahan ikan kami juga belumlah ada. Regulasi dari Kementerian Kelautan serta Perikanan akan kami koordinasikan selanjutnya dengan lembaga berkaitan, terpenting dengan Kapolres serta Dinas Perikanan Kabupaten Jombang, ” terangnya.

Saat didatangi polisi, Masudin juga berusaha menekan pemerintah untuk melegalkan pemeliharaan ikan Arapaima di Indonesia. Karena semenjak pelihara ikan-ikan itu di tahun 2013, ia belumlah sempat sekalinya dengar ada sosialiasi dari pemerintah mengenai larangan pelihara ikan Arapaima.

” Kalaupun kami direferensikan untuk ajukan permintaan agar selalu dapat pelihara, ketentuannya seperti apakah, insyaallah kami taati, ” tegasnya.

Larangan pelihara ikan Arapaima baru di ketahui Masudin waktu ramai kabar berita media berkaitan masalah pelepasan ikan itu ke Sungai Brantas lokasi Mojokerto serta Sidoarjo.

Waktu itu Menteri Kelautan serta Perikanan Susi Pudjiastuti mewanti-wanti supaya menjauhi hoby pelihara Arapaima. Larangan itu dikatakan Susi waktu mengadakan video conference berkaitan 8 ekor ikan Arapaima gigas yang dilepaskan ke Sungai Brantas, Jawa Timur, Kamis (28/6/2018).

” Kalaupun ada ikan yang 2 mtr. panjangnya terlepas, semua ikan lokal tentu habis serta ini tidak dapat dimaafkan. Itu yang miliki tentu tahu itu dilarang, jadi penegakan hukum mesti dikerjakan, ” tegasnya.

Satu hari sesudahnya, rumah Masudin kembali didatangi polisi serta team kombinasi dari Balai Karantina Ikan Pengendalian serta Keamanan Perikanan (BKIPM) Surabaya II, Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan serta Perikanan (PSDKP) Jakarta, dan Dinas Peternakan serta Perikanan Jombang.

Koordinator Unit Pengawasan Dirjen PSDKP Kementerian Kelautan serta Perikanan Suryono menuturkan ikan Arapaima dilarang masuk di Indonesia. Hal tersebut ditata dalam undang-undang ataupun Ketentuan Menteri Kelautan serta Perikanan.

” Dalam UU No 45 tahun 2009 melarang ikan predator masuk lokasi Indonesia. Nah, ikan Arapaima ditata dalam Ketentuan Menteri No 41 tahun 2014, dijelaskan ikan Arapaima dilarang masuk Indonesia, ” terangnya, Selasa (3/7/2018).

Masudin juga disuruh menyerahkan ikan-ikan peliharaannya ke BKIPM Surabaya sangat lamban 31 Juli 2018. ” Dalam satu bulan kalaupun tidak ada penyerahan, karena itu proses hukum berjalan. Ikan ini mesti diserahkan, ” pungkasnya.

Suryono juga pastikan tidak ada ubah rugi buat Masudin waktu menyerahkan ikan peliharaannya ke BKIPM Surabaya. Ikan predator yang habitat aslinya di Sungai Amazon ini akan dihilangkan oleh BKIPM. ” Tidak ada (ubah rugi), ikan ini dilarang memang, jadi mesti diserahkan, ” pungkasnya.

Masudin juga diancam dengan basic hukum larangan pelihara ikan Arapaima, yakni Masalah 88 UU RI No 45 Tahun 2009 mengenai Perikanan tegas mengatur sangsi pidana buat pemelihara ikan Arapaima. Pemelihara ikan yang habitas aslinya di Sungai Amazon ini diancam hukuman 6 tahun penjara.

” Tiap-tiap orang yang dengan menyengaja masukkan, keluarkan membuat, mengedarkan, serta/atau pelihara ikan yang merugikan penduduk, pembudidayaan ikan, sumber daya ikan, serta atau lingkungan sumberdaya ikan ke serta/atau ke luar lokasi pengelolaan perikanan Republik Indonesia seperti disebut dalam Masalah 16 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara sangat lama 6 (enam) tahun serta denda sangat banyak Rp1. 500. 000. 000, 00 (satu miliar lima ratus juta rupiah “.

Masudin sendiri sudah sempat menampik menyerahkan semua ikan Arapaima kepunyaannya yang sejumlah 5 ekor pada BKIPM Surabaya. Ia pilih menyerahkan satu ekor serta bekasnya disantap untuk kenduri bersama dengan masyarakat.

” Saya berikan kalaupun untuk dihilangkan, lebih baik ikan ini untuk kenduri masyarakat. Dibanding diserahkan ujung-ujungnya dihilangkan, ” kata masyarakat Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Ngoro itu.

Akan tetapi nyatanya sesudah Masudin menyerahkan ikan-ikan itu dengan suka-rela, BKIPM Surabaya tidak kunjung ambil ikan punya pria yang profesinya menjadi terapis tuna rungu itu.

Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian serta Info BKIPM Surabaya Wiwit Supriyono menyampaikan, 5 ikan arapaima sudah diserahkan dengan suka-rela oleh Masudin. Penyerahan itu tertuang dalam berita acara tanggal 17 Juli 2018. Pihaknya juga memberikan laporan penyerahan itu ke pemerintah pusat.

Cuma saja, lanjut Wiwit, sampai sekarang ini belumlah ada regulasi mengenai perlakuan pada ikan Arapaima sesudah diserahkan oleh pemiliknya. Ditambah lagi BKIPM Surabaya tidak memiliki kolam untuk pelihara ke lima ikan air tawar memiliki ukuran jumbo itu.

Pihaknya sangat terpaksa menitipkan ikan-ikan tersebut di kolam punya Masudin yang ada di Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Ngoro, Jombang.

” Sesaat ini kami belumlah tahu arahan pusat ikan yang diserahkan ingin diapakan. Kami menanti instruksi dari pusat. Kalaupun telah ada kejelasan regulasi dari pusat, karena itu kami ambillah, ” kata Wiwit, Kamis (2/8/2018).

Walau sebenarnya awal mulanya Menteri Susi juga sudah memberikan instruksi supaya ikan-ikan itu selekasnya diambil lantas dipotong untuk dikonsumsi bersama dengan anak-anak.

” Arahan Bu Menteri memang semacam itu. Hanya kami ketentuannya seperti apakah masih tetap dibicarakan di pusat. Kami tidak berani asal potong, kelak dikomplain orang. Ketentuannya mesti jelas dahulu, ” terangnya.

Jadi ingin dibawa kemana nasib ikan-ikan Arapaima punya Masudin?