KPK Kembali Selidiki Setya Novanto Sebagai Tersangka

KPK Kembali Selidiki Setya Novanto Sebagai Tersangka – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengambil keputusan Setya Novanto jadi tersangka berkaitan masalah KTP Elektronik atau e-KTP. Dalam keterangannya, satu diantara pemimpin KPK Saut Situmorang menyebutkan, sebelumnya penetapan itu, pihaknya lebih dahulu lakukan penyelidikan baru untuk pengembangan perkara e-KTP.

” Dalam sistem penyelidikan ini, KPK sudah memohon info beberapa pihak serta menyatukan bukti yang relevan dalam sistem itu, ” kata Saut.

Manfaat menguatkan penyidikan, KPK juga berusaha memohon info Setya Novanto, yang saat ini jadi Ketua DPR.

” Keinginan info pada saudara SN (Setya Novanto) sejumlah 2 x, yakni 13 serta 18 Oktober 2017. Tetapi, yang berkaitan tidak ada untuk disuruhi info karna ada proses pekerjaan kedinasan, ” ucap Saut sekali lagi.

Selesai sistem penyidikan serta ada bukti perkara yang dinilai cukup, pemimpin KPK dengan beberapa pihak berkaitan di KPK lakukan titel perkara pada 28 Oktober 2017.

Setelah itu, ” KPK menerbitkan sprindik pada 31 Oktober atas nama tersangka SN sebagai anggota DPR periode 2009-2014, ” tutur Saut, yang mengatakan ketentuan dikerjakan dengan kolektif kolegial.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan Ketua DPR Setya Novanto jadi tersangka sekali lagi, di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan.

” Sesudah sistem penyelidikan serta ada bukti permulaan yang cukup, lalu pimpinan KPK, penyelidik, penyidik, serta penuntut umum lakukan titel perkara pada 28 Oktober KPK menerbitkan sprindik atas nama tersangka SN, jadi anggota DPR RI periode 2009-2014, ” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

” Masalah ini disangka menyebabkan kerugian negara sedikitnya Rp 2, 3 triliun dari keseluruhan paket pengadaan sejumlah Rp 5, 9 triliun.