Polda Metro, Jaya Soal Pemeriksaan Sandiaga Uno

Polda Metro, Jaya Soal Pemeriksaan Sandiaga Uno – Polda Metro Jaya memperhitungkan status Sandiaga Uno menjadi Akan Calon Wakil Presiden. Hal tersebut berkaitan gagasan pemanggilan kontrol dianya dalam tiga masalah yang dilaporkan ke Polda Metro.

“Karena yang berkaitan kebetulan telah tercatat menjadi Calon wakil presiden, untuk kontrol berkaitan laporan di Polda Metro, kami masih tetap menanti signal Mabes Polri, kita nantikan saja,”

Ia menyampaikan, Kapolri Jendral Tito Karnavian sudah sempat mengatakan kontrol untuk semua calon kepala daerah, untuk dipending sesudah Pemilihan kepala daerah tuntas. Akan tetapi, belumlah ada kejelasan apa perlakuan yang juga sama diaplikasikan dalam masalah pilpres.

“Jika untuk Pemilihan presiden, masih tetap menanti panduan Mabes Polri,” tuturnya.

Seperti dikabarkan awal mulanya, Sandiaga Uno kembali dilaporkan Fransiksa Kumalawati Susilo atas dakwaan penipuan serta penggelapan ke Polda Metro Jaya. Hal seperti ini berkaitan dakwaan penipuan serta penggelapan dengan korban Edward Soeryadjaya.

Dalam laporan bernomor LP/3356/VI/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 27 Juni 2018, Fransiska mengakui ditunjuk menjadi kuasa Edward Seky Soeryadjaya sebagai korban berkaitan dakwaan penipuan serta penggelapan yang dialamatkan ke Sandiaga.

“Benar saya merupakan kuasa dari Pak Edward Soeryadjaya,” kata Fransiska waktu di konfirmasi, Rabu (25/7/2018) kemarin.

Fransiska menyampaikan masalah penipuan ini bermula waktu Sandiaga disuruh Edward untuk mengatur PT Japirex. Pada 17 Mei 2011, kata Fransiska, Sandiaga Uno mengubah 40 % saham PT Japirex dari John Nainggolan pada dianya.

Berkaitan dakwaan penggelapan saham itu, Edward disangka alami kerugian sampai Rp20 miliar. “Karena menggelapkan saham 40 % serta menyebabkan dijualnya asset PT [Japirex] serta tidak dikembalikan,” tuturnya.