Seorang Seles Wanita Di Bayar Bos Akibat Parade Tanpa Busana

Seorang Seles Wanita Di Bayar Bos Akibat Parade Tanpa Busana  – Seseorang sales wanita muda di Warsawa, Polandia, laksanakan parade tanpa ada pakaian di ruangan kantornya. Menurut laporan media setempat, perbuatan itu dibayar bosnya dengan arah berikan semangat pada banyak karyawan perusahaan.

Perbuatan banyak telanjang sales wanita itu direkam dengan camera telpon seluler serta udah menebar di jejaring sosial. Dia jalan didepan rekan-rekannya cuma memakai sepatu bot hitam serta kacamata hitam.

Kala wanita itu berdiri serta jongkok, rekan-rekannya bersiul. Dalam satu adegan, wanita mempunyai rambut cokelat itu tersenyum, memberikan jari tengahnya ke camera.

Menurut laporan yg diberitakan Mirror, semalam (2/11/2017) , bos satu buah perusahaan di Warsawa berencana membayar pegawainya itu utk laksanakan “jalan pintas” dengan arah utk beri motivasi karyawan yang lain.

Sehabis nampak mengagetkan, sales wanita itu kembali berpakaian serta bekerja selama seharian. Akan tetapi, sejak mulai videonya mengedar luas, dia dilaporkan mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Parade telanjang di kantor oleh sales wanita itu menyerupai dengan serial “Wolf Of Wall Street” yg diaktori Leonardo DiCaprio. Dalam serial itu di ceritakan bahwa perusahaan membayar penari telanjang utk menari di seputar kantor faedah menambah semangat pegawainya.

Sejak mulai video di kantor Warsawa itu mengedar dengan cara on line, banyak pemakai jejaring sosial lemparkan kecaman. Pemakai jejaring sosial dengan nama “Mossad” menulis ; ”Tidak bernilai, peraturan duit dunia ini kotor. ”

Pemakai jejaring sosial dengan nama “Buu”, berkomentar ; ”Dunia selesai. Orang berperilaku seperti binatang utk selembar kertas, mereka jual diri, kehilangan martabat serta rasa hormatnya. Sedih serta menyedihkan. ”

Akan tetapi, ada pula pemakai jejaring sosial yg membela sales wanita dalam video itu dengan berkomentar ; ”Saya tak paham kemarahan ini. Gadis itu mau telanjang serta melaksanakannya. Saya tak gemar tetapi jangan sampai terlampau sopan, saya beroleh kesan bahwa berapa pada mereka seperti belum pula sempat menyaksikan wanita telanjang terlebih dahulu. ”