Apakah Arti Tindakan 812 Sebetulnya

Agen Casino

Apakah Arti Tindakan 812 Sebetulnya – Untuk kali pertamanya semenjak aliansi Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad memenangkan pemilu Malaysia pada Mei lantas, tindakan demo besar-besaran diselenggarakan di Kuala Lumpur pada 8 Desember kemarin. Tindakan yang dikatakan sebagai ‘Aksi 812’ itu dibarengi oleh lebih dari 50 ribu orang. Apakah sich arah tindakan itu sebetulnya?

Seperti dikutip Reuters, Senin (10/12/2018), tindakan yang didudkung oleh dua partai oposisi paling besar Malaysia, United Malays National Organisation (UMNO), serta Parti Islam Se-Malaysia (PAS) itu, awalannya ditujukan untuk protes gagasan pemerintah Mahathir untuk meratifikasi konvensi PBB tentang larangan diskriminasi rasial.

Beberapa pengkritik konvensi itu cemas jika ratifikasi konvensi dapat mengganggu hak-hak spesial etnis Melayu serta meneror status Islam menjadi agama sah Malaysia. Pada akhirnya, sesudah beberapa minggu ini kelompok-kelompok pro-Melayu mengadakan tindakan demo untuk menampik ratifikasi itu, bulan lantas pemerintahan Mahathir mengatakan tidak akan meratifikasi konvensi PBB itu.

Walau pemerintah Mahathir sudah mengatakan tidak akan meratifikasi konvensi PBB itu, akan tetapi pada Sabtu (8/12) tindakan demo masih diselenggarakan untuk rayakan penolakan pemerintah itu. Pihak pengorganisir demo menyebutkan tindakan itu “tindakan sukur”.

Mahathir menjelaskan, pemerintah mengijinkan tindakan 812 itu menjadi sisi dari demokrasi, akan tetapi ikut memperingatkan tidak untuk memunculkan kericuhan. Tindakan itu diselenggarakan dibawah pengawasan ketat polisi serta berjalan damai sampai selesai.

Bekas PM Najib Razak ikut juga dalam tindakan itu. Kepolisian menjelaskan jika sekurang-kurangnya 55 ribu orang ikuti tindakan itu. Massa yang kenakan pakaian putih-putih itu, bergabung di tiga tempat sebelum berjalan ke arah lapangan bersejarah, Dataran Merdeka, Kuala Lumpur dengan meneriakkan “Hidup Melayu” serta “Leburkan ICERD.”

ICERD yang disebut singkatan dari International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination atau Konvensi Internasional mengenai Penghilangan Semua Bentuk Diskriminasi Rasial ialah konvensi PBB yang dipermasalahkan di Malaysia itu.

“Ya, kita memang tidak meratifikasi ICERD, akan tetapi kami masih di sini untuk mengemukakan jika kami menentang itu,” tutur seseorang demonstran Rosli Ikhsan. “Bahkan juga bila pemerintah sudah menjelaskan mereka tidak akan memberi dukungan itu, kami masih protes dengan seluruh kemampuan kami dari semua Malaysia,” paparnya.

Untuk saya, ICERD itu jelek,” kata mahasiswi Nurul Qamariah yang turut demo itu. “Itu jelek sebab akan mengikis tempat orang Melayu. Ini negara untuk orang Melayu. Kami ingin Melayu jadi superior, tetapi kenapa beberapa orang itu ingin membuat Melayu ada di level yang sama juga dengan beberapa orang China serta India?” katanya.

Beberapa analis menjelaskan jika Najib serta partainya memakai tindakan 812 itu untuk mengubah perhatian dari dakwaan-dakwaan korupsi pada dianya, istrinya serta bekas pejabat-pejabat pemerintahannya.

Dikit tentang ICERD, ini adalah konvensi hak asasi manusia yang mengharuskan anggotanya untuk menghapuskan diskriminasi etnis serta meningkatkan pemahaman diantara semua ras. Konvensi ini pula memberi keharusan larangan penyebaran kedengkian serta mengkriminalkan keikutsertaan dalam organisasi rasis. Konvensi ini pula mempunyai proses pengaduan perorangan jika berlangsung pelanggaran, hingga sudah berkembang satu yurisprudensi tentang penafsiran serta aplikasi konvensi ini.

Konvensi ICERD di setujui serta di buka untuk penandatanganan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 21 Desember 1965. Konvensi ini mulai laku pada tanggal 4 Januari 1969. Pada Oktober 2015, kesepakatan ini sudah di tandatangani oleh 88 negara serta keseluruhannya ada 177 negara yang sudah jadi negara anggota.