Industri Minuman Di Bulan Ramadhan Dan Lebaran Diprediksi Akan Meningkat

Industri Minuman Di Bulan Ramadhan Dan Lebaran Diprediksi Akan Meningkat – Bln. Ramadhan serta Idul Fitri 2017 diinginkan jadi momentum penambahan kemampuan industri minuman dalam negeri yang tengah alami kelesuan.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, serta Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Willem Petrus Riwu menyampaikan sepanjang kuartal I 2017 industri minuman tengah alami penurunan.

” Industri minuman itu turun pada kuartal 1 2017 sebesar 3, 5 %, diinginkan ini ketika puasa sampai lebaran ini jadi momentum kenaikan, ” tutur Willem di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Willem menyampaikan, industri minuman dalam negeri tengah hadapi masalah kampanye negatif lewat sosial media yang mengakibatkan daya beli orang-orang turun.

” Karna memanglah ada kelesuan daya beli, ke-2 kampanye hitam, saat ini ada kampanye-kampanye di media sosial seperti kopi instan tak bagus, lama lama orang tak minum kopi, ” tutur Willem.

Menurut dia, pada masa kebebasan info sekarang ini mengkonsumsi orang-orang pada minuman di pengaruhi oleh sebaran info.

” Jadi media sosial juga dampak, yang tentu pola mengkonsumsi di pengaruhi oleh info, bila info sifatnya baik, jadi industri minuman juga baik, ” imbuhnya.

Willem meneruskan, satu diantara langkah yang perlu dihadapi industri minuman dalam negeri yaitu diversifikasi (penganekaragaman) product minuman olahannya

” Upayanya lakukan diversifikasi (product) umpamanya pengecilan ukurannya, karna memanglah kampanye-kampanye kontradiktif turunkan mengkonsumsi orang-orang, ” tuturnya.

Berdasar pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), grup industri minuman enteng mencakup air minum dalam paket (AMDK), minuman berkarbonasi, teh siap saji, minuman sari buah, kopi serta susu siap saji, dan minuman isotonic atau suplemen.

Terlebih dulu, Asosiasi Industri Minuman Enteng (Asrim) mengharapkan Ramadhan sampai Lebaran 2017 dapat mendongkrak perkembangan penjualan minuman enteng, sesudah alami kelesuan pada kuartal I 2017 sebesar 4 %.

Ketua Umum Asrim Triyono Prijosoesilo menyampaikan, peristiwa itu bisa tingkatkan volume penjualan sampai 30 %.