Praktik Penyalahgunaan Dana BOS dan BSM di Sekolah Trenggalek Terbongkar

Agen Casino

Praktik Penyalahgunaan Dana BOS dan BSM di Sekolah Trenggalek Terbongkar – Polres Trenggalek membuka praktek penyalahgunaan dana Pemberian Siswa Miskin (BSM) serta Pemberian Operasional Sekolah (BOS) di satu diantaranya sekolah. Perkara itu disangka memicu kerugian negara sebesar Rp 246 juta.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra mengemukakan tindak pidana korupsi berlangsung di MI Yapendawa, Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan. Polisi mengambil keputusan 2 terduga, ialah kepala sekolah Imam Syaean (54) serta bendahara sekolah Siti Mujiati (42).

“Ke-2 terduga ini yaitu suami istru, yang satu kepala sekolah serta istrinya jadi bendahara. Perkara ini disangka berlangsung mulai sejak tahun 2009 s/d tahun 2015 dengan keseluruhan aturan yang dikendalikan sebesar Rp530 juta,” kata kapolres, Jumat (21/12/2018).

Polisi meredam terduga Imam Syaean, dan Siti Mujiati tak dilaksanakan penahanan sebab tengah dalam keadaan hamil tua. Kecuali terduga, polisi ikut mengamankan tanda untuk bukti pc jinjing, printer, beberapa dokumen laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan beberapa kwitansi palsu.

Kapolres menuturkan, modus yang dipakai banyak terduga ialah dengan bikin laporan fiktif berkaitan pemakaian dana BOS ataupun distribusi dana pemberian siswa miskin. Bahkan juga pemberian yang semestinya di terima banyak siswa miskin Rp 600 ribu/siswa, semuanya disangka tak ada yang dikasihkan.

“Terduga bikin laporan penyaluran BSM lewat cara fiktif, termasuk juga memalsukan tanda-tangan penerima. Ini telah kami konfrontir dengan info banyak saksi, mereka menjelaskan belum pernah tanda-tangan ataupun terima,” katanya.

Sesaat Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana mengemukakan berkaitan dengan pengendalian BOS pihaknya mengambil alih beberapa tanda untuk bukti berwujud kwitansi palsu yang mencatut beberapa tempat usaha.

“Amat banyak kwitansi palsu yang dibikin, ini dipakai terduga buat bikin laporan fiktif. Misalnya berbelanja ATK (alat tuliskan kantor) namun nyata-nyatanya barangnya tak ada. Hal semacam itu telah kami membuktikan dengan mendatangi toko serta dikatakan kwitansi itu yaitu palsu,” kata Sumi Andana.

Hasil dari audit, perkara penyalahgunaan aturan negara memicu kerugian sebesar Rp 246 juta dari keseluruhan aturan Rp 530 juta. Aturan itu disangka udah dipakai untuk kebutuhan pribadi.

Di sisi lainnya, terduga Imam Syaean menyatakan uang dari penyalahgunaan aturan BOS serta BSM semuanya dikembalikan ke sekolah untuk beberapa kepentingan operasional. “Bila aslinya dana itu dikembalikan ke madrasah semua, permasalahannya saya itu cuma ditunjuk yayasan,” papar terduga.

Dalam perkara ini terduga dijaring UU No 31 Tahun 2009 Perihal Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan bahaya hukuman sedikitnya empat tahun serta maksimum 20 tahun penjara.